Life

Hantu Bernama ...

October 23, 2021

Melewati Quarter Life Crisis ternyata tidak semudah yang orang lain kira. Karena perkiraanku, jelas tidak mudah. Bertahan selama kurang lebih 5 tahun terakhir, dalam situasi yang tidak pernah pasti rupa-rupanya butuh ketahanan mental dan batin yang sangat kuat. Rapuh, ingin mati, bertahan, mati suri, hidup lagi, Kurang lebih begitu pengulangannya selama beberapa waktu terakhir ini. Bagi yang belum mengenal, mungkin akan melihat bahwa aku adalah sosok malaikat baik hati tanpa masalah yang hidupnya ringan-ringan saja di dunia ini. Tapi dibalik itu semua, jiwa ini sedang berjuang keras melawan satu kekalutan dalam diriku, yang mungkin biasa disebut dengan : depresi.

Iya, depresi. Seorang psikiater memberikan diagnosis dan telah masuk ke level 2, angka pertengahan. Tidak terlalu fatal, tetapi juga tidak ringan. Jelas, aku sedang tidak meromantisir, apalagi berlagak hiperbolis. Jika boleh jujur, tidak ingin berhenti pada fase ini, karena sangat tidak nyaman dan tidak menyenangkan. Hampir setiap kali ketika bangun pagi, tidak lama setelahnya muncul pikiran, "Kenapa aku masih bangun?", atau "Kenapa tidak mati saja?", terkadang "Apa yang bisa aku lakukan setelah ini?", hingga "Apakah aku masih ada harapan kedepan?"

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dan juga selalu berusaha untuk dihilangkan, agar tidak menjadi batu yang memberatkan langkah perjalanan selanjutnya. Berkali kuulang, tentu bukan perkara mudah. Harus keluar-masuk pekerjaan, mengingat sistem pekerjaan yang sangat tidak humanis di negeri kita ini, berusaha mencari psikiater atau psikolog yang pas namun juga sesuai dengan budget, berdialog dan bernegosiasi dengan diri sendiri dan keadaan, berjuang sendiri meski tidak benar-benar sendiri.

Sampai kapan?

Poem

Desiderata

February 12, 2021

Pergilah dengan tenang di antara kebisingan dan ketergesaan, dan ingatlah ketentraman yang ada dalam kesunyian. Sejauh mungkin tanpa menyerah. Berbaiklah dengan semua orang. Ucapkan kebenaranmu dengan tenang dan jelas; dan dengarkan orang lain, bahkan yang membosankan dan yang bodoh; mereka juga mempunyai kisah masing-masing.

Hindari orang yang nyaring dan agresif, mereka sungguh menyebalkan. Kalau kamu membandingkan dirimu dengan orang lain, kamu mungkin akan sedih atau merasa hampa, karena selalu ada orang yang lebih hebat atau lebih jelek daripada dirimu. Nikmatilah apa yang kamu raih; dan rencanamu.

Tetaplah menaruh minat dalam kariermu, betapun rendahnya. Pekerjaanmu adalah milikmu yang nyata dalam waktu yang terus berubah, yang memberikan keuntungan. Berhati-hatilah dalam masalah bisnis, karena dunia penuh dengan tipu daya. Tapi jangan biarkan hal ini membutakanmu pada ketulusan yang ada. Banyak orang mencoba meraih idealisme tinggi dan di mana-mana kehidupan penuh dengan kepahlawanan.

Jadilah dirimu sendiri. Terutama, jangan berpura-pura mengasihi. Tapi jangan sinis tentang kasih; karena di hadapan semua kegersangan dan keburukan itu, kasih adalah seabadi rumput.

Terimalah kebijakan tahun-tahun yang kamu lalui, serahkan baik-baik segala hal dari masa muda. Pupuklah kekuatan semangat untuk melindungimu dalam musibah mendadak. Tapi jangan ganggu dirimu dengan khayalan. Banyak rasa takut yang dilahirkan dari kelelahan dan kesepian. Dibalik disiplin, berbaiklah pada dirimu sendiri.

Kamu adalah anak alam semesta, tidak berbeda dengan pohon dan bintang; kamu berhak ada di sini. Dan entah hal ini jelas bagimu atau tidak, tak diragukan lagi - alam semesta terbuka sebagaimana mestinya.

Karena itu, berimanlah pada Tuhan, apa pun keyakinanmu, dan apa pun pekerjaan dan cita-citamu, dalam hiruk pikuknya kehidupan. Berdamailah dengan jiwamu.

Dengan segala tipu daya itu, pekerjaan yang tidak menarik dan impian yang hancur, dunia tetap indah. Cerialah. Berusahalah untuk bahagia.


*Note : 

Tulisan ini ditemukan dalam sebuah Gereja Old Saint Paul-Baltimore pada tahun 1692. Kemudian ditulis oleh Max Ehrmann tahun 1927 dan dipublikasikan sejak 1975, pada buku Chicken Soup.

Kata Desiderata bentuk plural dari Desideratum (english)  artinya sesuatu hal yang dinginkan.