Hampir Menjadi Adik
November 02, 2020Saat peringatan Hari Arwah Orang Beriman.
Sedikit merekam ingatan, lagu Somewhere Out There, yang sekaligus menjadi soundtrack film berjudul American Tail, adalah film pertama yang bisa tertanam dengan baik (sejak saya berusia dua tahun), meskipun ingatan itu sekilas-sekilas saja. Kemudian, yang menjadi aneh ingatan saya akan lagu ini amatlah jelas; sekalipun saat saya tidak sedang melihat visualnya. Tanpa disengaja, saya selalu meneteskan air mata dimulai dari awal lagu hingga menjelang selesai. Tangisan itu selalu ada, sekalipun telah berulang-kali mendengarkannya. Keterpisahan itu selalu membuat sesak, meskipun pada akhirnya pada kisah American Tail ini, keluarga mereka bersatu kembali, untuk dapat hidup berbahagia.
Bagi saya, perpisahan terbesar adalah berpisahnya antara Jiwa dengan Raga. Sekuat apapun ingin bersatu, namun semesta memiliki caranya sendiri membuat keduanya berpisah untuk kembali menyatu dalam dimensi lain yang bukan saat ini.
Setiap hari ini juga, saya dipaksa mengingat kenangan yang bahkan belum pernah saya alami sebelumnya. Rupanya keinginan menjadi adik itu tidak akan pernah dapat terpenuhi, dan mungkin itu juga keinginan bawah sadar yang telah tertanam, bahkan mungkin sejak dalam rahim.
***
Teruntuk Kakak yang belum sempat memiliki raga, dan jiwanya selalu kurindukan; meski kau belum sempat menjadi insan yang dapat mengenal dunia; dan meski aku belum sempat melihatmu dalam ingatan rapuh manusia - namun kau senantiasa hidup dalam harapan yang selalu menguatkanku saat terjatuh. Teruntuk Kakak yang hanya mampu kurengkuh sebatas doa, semoga percikan cahaya yang belum pernah menjadi nyala, tetap mampu menerangi dalam setiap hati dan impian.
In paradisum deducant te Angeli; in tuo adventu suscipiant te martyres, et perducant te in civitatem sanctum Jerusalem.
I love you and always will.

0 comments