Tuhan Mungkin Sudah Tahu

December 04, 2020

“Kau berdoa apa tadi?”

***

Selintas, kulihat sisa air di sudut matanya yang kuyu. Ia berhenti sejenak dan aku pun menghiburnya : “Sudahlah, air yang sudah tumpah ke bumi untuk apa engkau tangisi. Keindahan dan kebahagiaan hidup itu datang tanpa mengenal sebuah penyesalan, dan surga itu datang ketika setiap saat engkau mengucap syukur.”

Lalu ia berpaling dan menatapku penuh kesungguhan :

“Apakah engkau mencintaiku?”

“Tentu” jawabku.

“Bagaimana dengan wanitamu?”

“Aku mencintainya juga”

“Lalu aku?”


Kami berdua duduk di ujung balok beralaskan tanah dengan sisa aroma basah. Sementara, ia memandang bintang paling ujung dan paling terang. Langit seakan tahu, bintang mana yang paling cemerlang usai hujan mengguyur dan kemudian menjadi kelabu. Matanya kembali berkaca-kaca, pelan-pelan kembali mengalir jatuh ke bumi, dengan tersenyum aku mengusap pelan pipinya.

Ia menatapku, sesaat lalu berkata :

“Seluruh isi bumi telah menjadi saksi atas pengorbanan cintaku, bahkan seluruh jiwaku telah aku korbankan padamu; aku senang, tetapi ada juga kesedihan yang menyelimuti hatiku. Kadang aku berpikir antara perngorbanan dan sebuah penyesalan yang sering tumbuh dalam hatiku”


Kemudian lampu temaram itu lambat laun meredup dan padam.

***

Terkadang, kata-katamu dapat menenteramkan jiwaku dan menghanyutkan perasaanku. Barangkali, kini aku telah tenggelam larut dalam khayalanmu.

Benarkan dia mencintaiku, padahal aku sering berbohong, sekedar menutupi keberadaanku.

***

Aku melupakan segala kesesakan hidup dan aku meninggalkan jauh-jauh di masa lalu sana, kemudian aku pergi dengan gadis lain yang aku sayangi. Adakah aku terkhianat, atau aku selingkuh?

Tak perlu lama menunggu, dengan cepat aku membuang jauh-jauh pertanyaan itu sebab itu suatu kebodohan jika aku menjunjung tinggi janji yang telah kubuat, tapi sekarang aku duduk bersanding dengan orang lain.

***

“Bagaimana, engkau sudah siap?” tanyaku.

“Hmm, entahlah. Aku hanya takut kalau Tuhan tahu.”

“Sebelum kau lahir..... Tuhan mungkin sudah tahu”


Picture by : Pinterest
– 

sekedar monolog fiksi yang terlintas usai doa di hari Jumat Pertama saat masa Advent.

You Might Also Like

0 comments