Tentang Jatuh Hati

February 07, 2019


ada ruang hatiku yang kau temukan
sempat aku lupakan kini kau sentuh
aku bukan jatuh cinta,
namun aku jatuh hati

Konsep dituangkan dalam lagu Jatuh Hati yang ditulis dan dinyanyikan oleh Raisa populer sekitar tahun 2016 dan tidak butuh waktu lama untuk membuat orang-orang juga menjadi jatuh hati terhadap lagu ini, saya termasuk di dalamnya. Selain piawai memikat dengan kecantikan alami yang dimiliki, Raisa juga membuktikan kalau ia tidak hanya bisa menyanyi dan aji mumpung, namun juga turut serta dalam proses kreatif pembuatan lagu, yang kali ini menjadi bagian dari album Handmade. Dalam tour albumnya Raisa pernah menjelaskan perbedaan antara Jatuh Hati dan Jatuh Cinta, dan saya sepaham. 

***

Kata-kata dalam lagu Jatuh Hati, sedikit banyak kembali mengingatkan pada si pemilik mata tajam. Menatapnya lekat-lekat seakan membawa asa ini kepada samudera luas penuh tanya. Kedalaman pikirannya, masih saja membuat kejutan atas ide-ide hingga laku hidup yang seringkali tak biasa. Seringkali terasa tidak menyenangkan, namun ternyata selalu membuat ingin kembali dan kembali menemukan labirin menuju kedalaman pikirannya. Diri ini masih juga menjadi penikmat atas setiap tuturan yang berdasar dari spontanitas pikiran, yang pada akhirnya berlabuh pada kekaguman yang dalam.

ku terpikat pada tuturmu
aku tersihir jiwamu

Salahkan semesta mengatur pertemuan yang tidak disengaja? Waktu seperti ingin mempermainkan seberapa dalam rasa dapat melebur. Bagai menemukan pensil warna di saat hari-hari hanya berupa tabula rasa. Lama juga berdiam dalam keabu-abuan, hingga lupa bahwa sesungguhnya hidup masih menyimpan banyak warna. Saat kehadirannya menyapa, mengajari untuk menikmati setiap alur kehidupan, perlahan-lahan tapi pasti, menikmati segala sisi yang mengendap dalam diri, mengolah rasa dengan sepenuh hati, dalam pikiran sendiri.

terkagum pada pandangmu
caramu melihat dunia

Tentu, ia masih manusia, bukan penyihir yang mampu merubah banyak hal dengan kekuatan magisnya. Itulah sebabnya acapkali masih berbuat kesalahan. Namun ia sanggup membuat diri ini menikmati hal-hal sederhana, sesederhana genggaman tangan pertanda aman, sesederhana melihat senja di peraduan. Sampai-sampai ada makna yang berubah tentang senja. Karena senja bukanlah perpisahan, bukan juga ucapan selamat tinggal yang patut ditangisi. Namun senja kini berubah makna menjadi, sampai jumpa esok hari, dengan sesuatu yang baru lagi. Iya, senja bukan lagi tentang elegi.

kuharap kau tahu bahwa ku
terinspirasi hatimu

Dan lalu, rasa nyaman lambat laun menjadi candu. Tanpa sadar lidah ini seringkali dengan candang membicarakannya dengan Tuhan. Di setiap waktu, bahkan dalam doa-doa di sisa malam. Karena hanya kepadaNya, diri ini mampu berterus-terang. Menitipkan banyak harapan, walaupun tahu bahwa terkadang asa itu sia-sia. Juga, tak selalu dirinya menjadi alasan untuk tersenyum hingga pecahnya tawa. Seringkali pula ada luka yang digoreskan tanpa sadar. Tanda ia masih manusia, manusiawi pernah membuat dosa. Kadang-kadang Tuhan itu lucu, IA mendekatkan kita dengan orang-orang yang berada dalam satu frekuensi. Didekatkan, bukan disatukan. Banyak persamaan, sekalipun tidak keseluruhan. Hingga pemahaman ini menyimpulkan, bersamanya memiliki apa yang dibutuhkan, bukan diinginkan. Sebab diri ini hanya butuh dilengkapi, dan ia mampu melengkapi tanpa memiliki.

ku tak harus memilikimu
tapi bolehkah ku selalu didekatmu

Jatuh cinta tidak pernah sedalam dan seikhlas itu. Ia posesif, ingin memiliki, ingin menguasai. Ada pembatasan setelahnya. Jarang sekali terjadi kesetaraan. Namun jatuh hati rasa-rasanya lebih menjiwai. Lalu muncul penyesalan, bahwa rasa kadang-kadang tak sanggup dikontrol. Karena rasa itu telah sampai pada sebuah titik, rasa ketika sudah jatuh hati. Pada cara pandangnya, cara menikmati dunia. Jika memiliki bukan lagi keinginan, bisakah hal itu dibuat lebih sederhana? Sesederhana intensitas untuk berada didekatnya, menikmati segala kejutan lain dalam hidup, yang mungkin Tuhan sediakan.

katanya cinta memang banyak bentuknya
yang kutahu pasti, sungguh aku jatuh hati

Dan kenyataannya ia hanya mampu di genggam dalam doa. Tidak nampak, namun terasa abadi. Seiring dengan banyaknya afeksi yang tercurah padanya, jelas-jelas diri ini berada semakin jauh dari circle. Sosok yang semakin tak sanggup untuk digapai. Karena bersamanya telah membuat sukma ini menjadi lebih hidup, menjadi mampu menikmati kehidupan, juga mampu menemukan jawaban atas segala pertanyaan klise yang muncul dalam keseharian.

***

Karena jatuh hati bukan tentang yang kelihatan, tapi tentang kedalaman.
Karena kau adalah ketidakmungkinan yang selalu disemogakan.

You Might Also Like

0 comments